Suratan

Halo maya!

Saya akan bercerita sedikit mengenai diri saya. Saat ini, saya tercatat sebagai mahasiswi dari jurusan yang sangat diminati; Pendidikan Dokter. Bukan, bukan di kampus yang saya impi-impikan dahulu, tapi di Universitas Brawijaya, Malang. Jauh… dari tempat saya tinggal di Ibukota. Tentunya bukan salah satu yang menjadi tujuan favorit di sekolah saya dulu. Bahkan, hanya saya sendiri yang melanjutkan studi di FKUB.

Tapi toh ini saya sendiri yang pilih ketika pendaftaran seleksi dulu. Saudara di Malang tidak ada satupun. Daerah Malang juga saya tidak tahu. Teman dari SMA juga tidak ada… saya sendirian. Cuma tahu dulu saya liburan SD dengan riang gembira di sebuah villa di daerah Batu dan memetik apel. Hehe. Lantas apa yang mendorong saya dulu… Apa jangan-jangan saya terlampau bodoh untuk membeli kucing dalam karung.

Mungkin saya memang bodoh, karena bermodal nekat “yang penting diterima di FK!”. Tapi rasanya memang ini takdir saya untuk tinggal disini, bertemu dengan orang-orang yang sekarang ada di sekitar saya, dan mengenyam pendidikan kedokteran. Sadar atau tidak sadar, Dia yang mengarahkan saya untuk memilih ini.

Ketika dulu sepupu saya bercerita tentang Unibraw, saat itu saya kenal dengan nama ini. Dan menjadi salah satu options dalam benak saya. Ketika SNMPTN undangan sedang menjadi topik hangat saya justru secara tidak sengaja menyebut-nyebutnya. Dan dalam konsultasi dengan guru Bimbingan Konseling justru teman yang saya temui bercerita tentang tempat ini. Bahkan percakapan saya dengan seorang teman, saya ingat, “Gue bingung… kalo misalnya gue tulis yang mungkin gue masuk ya Unibraw gitu misalnya, terus gimana?” Bahkan saat saya shalat istiqarah beberapa kali saya tidak yakin dengan nama pilihan universitas yang saya sebut, tentunya bukan di Universitas Brawijaya.

I guess He is trying to say that I wasn’t belong there.

Sadar atau tidak sadar, Dia selalu mengarahkan saya lewat setiap scene yang terjadi. Seperti juga bagaimana dulu saya memilih untuk bercita-cita menjadi dokter. Seperti juga bagimana saya dapat memasuki SMA 8, mengikuti Perwakilan Kelas, gagal mengikuti AFS, juga pertemuan dan perpisahan saya dengan setiap orang. Pada akhirnya saya selalu bersyukur…

“Tidak terasa ya, sudah dua kali kita merayakan ulang tahun mu. Tahun-tahun berikutnya, bakal merayakan bareng lagi tidak ya? 😀 

Biar siapapun suami kamu nanti, kamu tetap ingat dengan nama ku”

Kadang momen yang sangat indah rasanya seperti surat perpisahan. Dia telah lama mencoba memberi tahu saya lewat kejadian-kejadian kecil. Saya yakin saya pergi dan berpisah karena suatu alasan, yang saya masih belum tahu apa. Seperti sebelum-sebelumnya, dia sedang mencoba membocorkan kepada saya skenario indah milikNya, sedikit demi sedikit.

Advertisements
Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: