Monthly Archives: March 2014

Two is better than one

“Which one you choose, someone familiar or someone who make your heart flutter?”

Well, I do mention ‘someone’. We’re actually talking about… someone-in-the-future.

Let’s see
1. Someone familiar
2. Someone who make my heart flutter

Why do we have to choose between two? If there’s one person who meet both of the characteristics, why do we have to choose?

Nah. Haha. Masalahnya adalah, saya memikirkan galau lagi gara-gara lihat pertanyaan ini! Sebenarnya ada saat ini orang yang memenuhi kedua kriteria tersebut. Tapi bukan dalam konteks orang tersebut melakukan pendekatan seperti orang pacaran atau gimana gitu sih. Biasa aja, kita temenan makanya familiar. Tapi hal-hal biasa aja saya udah deg-degan dan selalu senang. Tapi saya ga sanggup untuk mengakui kalau ini sesuatu, aneh yaa. Yah saya udah cerita kan di post sebelumnya :’)

Jadi saya bukan dalam keraguan untuk memilih, karena saya emang ga dalam kondisi itu. Cuma waktu baca pertanyaan ini ada aja sosok yang terlintas.. begitu. (Bahkan) ada dua sosok.

Bukan-bukan, maksud judulnya bukan 2 sosok lebih baik daripada satu ya, jangan salah interpretasi haha. Maksudnya ya tadi itu, kalau ada yang memenuhi keduanya kenapa harus pilih salah satu? :’) begitu.

Siapakah seseorang lagi? Adalah pokoknya cukup familiar dan baru akhir-akhir ini entah kenapa saya jadi agak-awkward-pengen-jaga jarak kalau terlalu dekat.

Aaaah tidak rasa yang tidak pantas di waktu yang tidak tepat cepatlah pergi! Saya masih 19 tahun, maunya unyu-unyu sama orang yang tepat ajaaa.

Lau galau pergilah, datang lagi lain kali. Haha

Advertisements

2013, 2014, 1 team 1 family & divisi galau

Haha ok judulnya amat tidak non sense.
Jadi begini, saya sekarang di fk mengikuti sebuah organisasi dengan jargon 1 team 1 family, dan hari-hari saya dipenuhi oleh berbagai kegiatan, bahkan dari senin sampai minggu. Alhamdulillah setelah satu tahun saya diangkat jadi pengurus, dan masuklah saya ke sebuah divisi yang (konon) paling gaĺau.

HAHA cocok bro. Iya saya emang galau, mohon maap.
Semua yg mengikuti blog ini pasti tahu bahwa saya dulu sempat mengalami kisah-kasih di sekolah (duh maluuu). Kalau kata Chrisye kan masa-masa paling indah… gak juga sih.

Tapi masa yang ababil itu sudah berakhir bro, dan waktu itu memang saya galau. Lalu, lalu setelah berpisah dengannya, mata hati saya jadi terbuka. Menurut saya kedekatan laki-laki dan perempuan itu saaaangat amat menjurus ke hal-hal yang menuai dosa.

Aaahh entahlah idealisme ini dapat bertahan sampai kapan. Karena jujur saya penggemar hal-hal yang unyu, dan saya suka sama yang unyu-unyu (aduh apa sih) hahaha sabar aja yah bacanya.

Intinya. Sampai sekarang saya masih bingung, dan sementara ini berusaha saja bersikap netral terhadap lawan jenis. Tapi ada beberapa waktu yang sulit… ah sudahlah. Saya masih bingung, diem aja deh. Tahaaan, tahan, Si 🙂

Galau yak. Mohon maap bapak & ibuk.