Jauh

Now playing : Terlalu – Maliq & D’Essential

Saya yang sekarang, sepertinya lagi mengalami krisis identitas. Layaknya manusia berumur 20 tahunan pada umumnya, saya mulai banyak memikirkan tentang kehidupan saya. Baik masa kini, masa yang sudah berlalu, dan masa depan.

Biasanya muncul kalau malam, kalau lagi mandi, atau kalau waktu-waktu shalat ( ga khusyuk bgt ya:( )

Taruhlah saya ini seseorang yang idealis. Setuju dengan emansipasi wanita, punya cita-cita, dan ingin meraih banyak hal. Ingin membangun keluarga. Ingin segera punya teman berbagi, baik itu anak ataupun pasangan hidup. Rasanya saya ingin sekali menjadi Ibu, yang bisa mengenalkan dunia ini pada manusia yang merupakan darah daging saya nantinya. Ingin sekali saya punya anak yang shaleh atau shalihah..

Di saat itu juga saya ingat diri saya sekarang, da aku mah apa atuh. Pinginnya punya anak yang pintar, tapi diri ini melenakan waktu, tetap saja males belajar padahal masih muda. Sia-sia. Padahal waktu yang bergulir tak akan pernah kembali lagi, seberapa pun saya memohon.

Dan pikiran-pikiran idealis saya ini memang sifatnya individual. Ia tercipta atas renungan saya sendirian. Tapi apalah artinya renunganku itu tanpa interaksi. Jika boleh berkata jujur, ada kalanya saya ini membayangkan berbagi rencana-rencana masa depan saya dengan seseorang, kemudian sama-sama mendoakannya kepada Yang Maha Kuasa.

I used to imagined someone when things start to crumble in head. When I imagined what specialties I want to take, what path should I take to achieve that, what’s the next step should we do after finished these long journey to become doctor,  I don’t know why it’s you that popped up. It’s always you, the one I want to share my dream with. Discussed those things above and together making plans. (And it ends up stored deeply in my heart)

But why?

Mungkin saya hanya ingin teman berbagi, meskipun belum tentu butuh. Rasanya lebih baik saya simpan, dan ceritakan pada-Nya. Allah tempat berbagi sejuta umat sejagad raya. Tempat pengabul doa-doa. Saya tahu, kamu juga sedang berjuang meraih masa depan mu. Iya, jadi laki-laki yang hebat ya. Mungkin bukan nama saya yang ada di hati mu.. bahkan mungkin, untuk berbagi dunia mu tidak pernah terbersit (berkebalikan dengan saya yang selalu tiba-tiba ingin menceritakan semuanya ke kamu) Tidak apa-apa. Saya juga berjuang semoga jadi wanita yang hebat.

Saya doakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: