Monthly Archives: April 2015

Pesan seorang teman

image

Ikhlaskan dulu, rubah sikap, pelan-pelan baru kau bisa jujur… susah kalau jujur sama diri sendiri aja belum bisa.

Advertisements

Trust issue

“Jadi perempuan itu… gak boleh galau. Udah sibukin diri aja, kerjain apa kek, sibukin diri pokoknya biar gak inget galau. Soalnya kita gampang banget terpengaruh perasaan.”

Those are my words (haha) -that kind of supportive motivation for  my friend. Sok bijak ya… padahal itu nasehat untuk diri sendiri.

I, …deep down in my heart, believe that you know what I feel. And that is why I feel guilty.

Satu waktu yang lalu, saya yang bertanya-tanya tentang hati mu. Sudah terisi kah, dengan seseorang? Paham benar saya bagaimana rasanya cemburu setengah mati, ditambah hanya bisa menerka-nerka tentang mu.. lalu berakhir dalam doa. Tidak pernah sekali pun terbersit, bagaimana kah anggapan mu tentang ku? Apakah kamu juga berpikiran sama dengan ku, juga cemburu sama seperti ku?

Baru saat ini saya berharap, semoga kamu tidak merasakan seperti saya, karena saat itu saya hampir menyerah. Saya paham benar, bagaimana rasanya cemburu setengah mati… and that’s why I feel guilty. Saya tidak ingin kamu juga merasakan panasnya hati karena cemburu, kemudian berpikir bahwa saya tidak serius, atau mempermainkan perasaan orang. Karena saya tahu itu tidak enak.

Saya pernah hampir menyerah..
Entah apa anggapan mu tentang ku, bagaimana perasaan mu terhadap ku. (Andai) apa yang saya pikirkan benar. Adakah nama ku, berakhir juga dalam doa mu?

😦

Rasa percaya itu, sulit dibangun bukan?

A guy and a girl can be just friend. But at one point or another, they will fall for each other.. maybe temporarily, maybe at the wrong time, maybe too late, or maybe forever.
-500 Days Of Summer