Vice verca!

Sebenernya selama ini pengen cerita… tapi bingung cerita ke siapa.

Aku punya seorang teman dan aku anggap dia orang tertutup, karena meskipun dia teman baik ku tapi dia ngga pernah cerita apa pun masalah dia ke aku. Bahkan dia mengultimatum aku untuk gak khawatir, yang menurut dia berlebihan, padahal sebagai teman aku ngerasa wajar kalau care… sedih. Sedih beneran waktu itu, sampai mau nangis. But that’s her, it’s okay. Mungkin lain kali dia bisa lebih terbuka sama aku, entah kapan. Aku pikir begitu.

Tapi sekarang, kebalikannya. Aku ngga paham kenapa akhir-akhir ini aku gabisa cerita apa-apa ke siapa-siapa, ke berbagai jenis temanku, rasanya aku ga yakin mereka bisa paham, aku harus cerita darimana, atau masa mereka mau dengerin segala keluhan aku?

The perks of being a med student

1. Kuliah sistem blok :
Keganasan rebutan kelas ? Gak bisa ambil mata kuliah yang dipengenin? Alhamdulillah tidak pernah merasakan

2. Sabtu minggu free, apalagi kuliah malam nggaaak bakal ada :
Karena kuliah di FK itu seperti sekolah SMA dari  hari senin sampai jumat, dari pagi jam 8 sampai jam 3 sore, biasanya sih. Awalnya, dengan jadwal kuliah yang rutin seperti itu suka ngiri sama fakultas lain yang fleksibel dan jadwal kuliahnya bolong-bolong, suka nongrong sana-sini. Tapi semakin kesini bersyukur hehe, karena yang lain ada kuliah malam, kita tidak. Gabisa bayangin yang jalan kaki kayak saya, pulang kuliah malam gimana seremnya. Ya meskipun jalanan UB romantis sih karena banyak lampu-lampu kuning nan redup yang kurang fungsional haha, tetep aja serem. Apalagi sekarang kejahatan makin banyak di Malang. Lagian juga, kata Allah kan malam itu untuk beristirahat, benar tidaak?

3. No ngebul-ngebul :
Karena saya paling nggak tahan sama asap rokok, bersyukur banget kuliah di FK yang punya jargon kebanggan FK itu “FK Anti Rokok, FK Jaya!”. Jadi ceritanya, setelah 3 tahun kuliah saya baru bener-bener sadar kalo ini nikmat tiada dua banget. Kejadiannya yang bikin sadar itu setelah ikut acara di fakultas lain, kebetulan ikut jadi partisipan timkes baru-baru ini yang fakultasnya cowok banget… dan disana gapeduli lagi apa dimana, ngebul sana-sini. Sampe heran hujan itu ya yang diselamatkan rokoknya, dibungkus plastik dibela-belain. Padahal badannya sendiri kehujanan… kenapa sih orang-orang diajak sehat susah banget

4. Menghargai perempuan :
Kata orang kan ya FK isinya cewek semua. Lakinya juga gak macho. Padahal ngga gituuu. Tapi lagi-lagi baru sadar setelah ikut timkes kemarin, kalau dari segi misuh yaaa iyalah ya disana dikit-dikit misuh. Tapi berhubung saya besar di Jakarta, kan banyak banget ya yang kasar kalau ngomong udah dianggap imbuhan kata-kata “nyet/jing/jir/bangsat” segala macem, jadi biasa aja. Tapiii yang bikin kaget banget disana mas nya buka baju seenak jidat gara-gara kehujanan padahal ada saya!! Shock. Berasa ngga dianggep ada keberadaannya… syuu.. bagai angin lalu (Ya untung sixpack (((dan ganteng))) haha astagfirullah)

5. Standart pakaian mahasiswa kesehatan :
Disingkat SPMK. Udah biasa  banget ditanyain “Di FK harus pake rok ya? Kenapa sih harus rapi kalo anak FK?”. Jadi, bagi kalian yang pernah merasa salah kostum kalau ada di lingkungan FK, jawabannya adalah karena kami punya tradisi SPMK. Sebenarnya simple aja SPMK terdiri dari kemeja, rok/celana kain, sepatu tertutup. Done. Kalau mau rajin dan sholehah ditambah kaos kaki. SPMK bukan peraturan, gak ada dimana-mana tertulis wajib, kayak waktu sekolah dulu ada peraturan gitu kalau salah dihukum, disetrap, dicoret sama guru pake spidol, nggak kok. Ini kayak norma yang berlaku di FK, karena memang tenaga kesehatan harus mendapat kepercayaan dari calon pasien. Cinta aja bisa datang dari pandangan pertama kan ya, kepercayaan pasien juga datang dari first impression terhadap kita nya. Jadilah kita terbiasa dan memang dibiasakan, untuk selalu mematuhi SPMK.
Sebenernya bukan cuma kalian yang merasa salah kostum kalau masuk FK gara-gara pakai jeans, kita juga merasa kuno banget kok kalau ke fakultas lain hahaaa. Apalagi kalau habis kuliah terus pergi ke mana gitu. Rapiii banget, kan ya malu juga. Hahaha. Tapi ya begitulah, saya sih menikmati aja berhubung dari dulu juga suka pakai rok. Malah sering dipuji temen kost gara-gara kalau ke kampus begitu, “cewek bangeet, wii mbak cantik”. (Padahal mungkin basa-basi sih.. ya gapapa deh yang penting saya senang hehe)

Done! Semoga seiring berjalannya waktu list ini bisa bertambah 🙂

Jauh

Now playing : Terlalu – Maliq & D’Essential

Saya yang sekarang, sepertinya lagi mengalami krisis identitas. Layaknya manusia berumur 20 tahunan pada umumnya, saya mulai banyak memikirkan tentang kehidupan saya. Baik masa kini, masa yang sudah berlalu, dan masa depan.

Biasanya muncul kalau malam, kalau lagi mandi, atau kalau waktu-waktu shalat ( ga khusyuk bgt ya:( )

Taruhlah saya ini seseorang yang idealis. Setuju dengan emansipasi wanita, punya cita-cita, dan ingin meraih banyak hal. Ingin membangun keluarga. Ingin segera punya teman berbagi, baik itu anak ataupun pasangan hidup. Rasanya saya ingin sekali menjadi Ibu, yang bisa mengenalkan dunia ini pada manusia yang merupakan darah daging saya nantinya. Ingin sekali saya punya anak yang shaleh atau shalihah..

Di saat itu juga saya ingat diri saya sekarang, da aku mah apa atuh. Pinginnya punya anak yang pintar, tapi diri ini melenakan waktu, tetap saja males belajar padahal masih muda. Sia-sia. Padahal waktu yang bergulir tak akan pernah kembali lagi, seberapa pun saya memohon.

Dan pikiran-pikiran idealis saya ini memang sifatnya individual. Ia tercipta atas renungan saya sendirian. Tapi apalah artinya renunganku itu tanpa interaksi. Jika boleh berkata jujur, ada kalanya saya ini membayangkan berbagi rencana-rencana masa depan saya dengan seseorang, kemudian sama-sama mendoakannya kepada Yang Maha Kuasa.

I used to imagined someone when things start to crumble in head. When I imagined what specialties I want to take, what path should I take to achieve that, what’s the next step should we do after finished these long journey to become doctor,  I don’t know why it’s you that popped up. It’s always you, the one I want to share my dream with. Discussed those things above and together making plans. (And it ends up stored deeply in my heart)

But why?

Mungkin saya hanya ingin teman berbagi, meskipun belum tentu butuh. Rasanya lebih baik saya simpan, dan ceritakan pada-Nya. Allah tempat berbagi sejuta umat sejagad raya. Tempat pengabul doa-doa. Saya tahu, kamu juga sedang berjuang meraih masa depan mu. Iya, jadi laki-laki yang hebat ya. Mungkin bukan nama saya yang ada di hati mu.. bahkan mungkin, untuk berbagi dunia mu tidak pernah terbersit (berkebalikan dengan saya yang selalu tiba-tiba ingin menceritakan semuanya ke kamu) Tidak apa-apa. Saya juga berjuang semoga jadi wanita yang hebat.

Saya doakan.

Syalala

Kamu tahu.. jika ada orang yang kupikirkan ketika hujan turun
Apakah dia baik-baik saja
Orang yang kupikirkan saat jalanan macet, karena aku khawatir kamu jadi bete
Orang yang pertama kali aku sadar ada ditengah kerumunan orang..
Juga yang pertama kali kusadari jika belum hadir,
Kamu.
Mungkin dia telat bangun,
Mungkin kah dia begadang semalaman?
Apakah dia sakit? Mengapa hari ini kamu mengenakan jaket?
Ya itu kamu, yang suka tiba-tiba terbersit di pikiranku.

P.S: Kalau aku yang membahasakan memang jadi aneh ya, but that’s what happened..

.
.
.
.
.

Sampai nanti ketika
Hujan tak lagi meneteskan duka
Meretas luka
Sampai hujan memulihkan luka

Aku selalu suka
Sehabis hujan di bulan Desember,
Di bulan Desember

Karena aku selalu suka
Sehabis hujan di bulan Desember,
Di bulan Desember

Seperti pelangi,
Setia menunggu hujan reda

Efek Rumah Kaca – Desember

Ratih

“And I’ll be there… You’ve got a friend”

image

Teruntuk seorang teman, yang ku kenal sejak aku duduk di bangku SMA, Ratih.

Dear Ratih, aku mulai dengan cerita diriku dulu ya 🙂
Aku, seperti yang kamu tahu, bukan teman yang baik, juga ga pinter menjaga pertemanan. Sejak kita dekat karena Perwakilan Kelas, aku kira udah kelihatan. Aku lebih jarang ikut kegiatan-kegiatan. Even di PK yang deket banget ber 23, aku kadang suka bingung gimana mingle sama kalian. But that’s how I am, I was born as a socially awkward person (I guess). Plus lebih mementingkan kegiatan yang kusukai, organisasi misalnya. Dan akhirnya aku gabisa punya teman dekat… Teman yang dulu dekat ketika SD, SMP… Selalu berakhir dengan lost contact (dan kubiarkan begitu aja).
SMA pun begitu, bedanya aku masih suka dateng kan acara PK.
Semakin aku besar, aku suka iri denger cerita temen-temen yang bahagiaaa banget reunian sama sahabat. Entah kenapa aku ngerasa ga punya sahabat, aku selalu bertanya-tanya ke Allah.

Lalu aku inget. Dalam agama, kita diajarkan untuk berteman dengan orang-orang baik.
Bukankah selama ini aku selalu dikelilingi orang baik? Mereka yang tetep ngajakin ketemuan meskipun tau aku jarang bisa ikut (padahal setahun sekali). Ngajak olahraga meskipun tau aku mager pol. Mereka yang masih nanyain kabar, inget kebiasaan-kebiasaan aneh ga jelas aku, ngucapin selamat ulangtahun ke aku, dan dengerin aku cerita. Kenapa ya aku masih belum ngerasa deket dengan mereka?

Saat itulah aku bener-bener tersadar, kalau emang butuh usaha untuk menjaga pertemanan, ditambah semakin dewasa kita udah semakin mencar-mencar :’) …Dan mungkin aku belum memberikan yang terbaik untuk teman-temanku sendiri.

And this is it, my trial in doing my best. Because I don’t want to lose any friend, anymore.

Happy birthday, Ratih!

Thanks for all your sweet words and kind support all this time. Thanks for your ear, heart, and time.

Ratih yang paling unyu di PK XVII. Ratih yang ngafalin ultah 23 orang ini dengan nempelin tanggal-tanggalnya di dinding kamar kos. Ratih yang pernah telat bukpus tahun lalu karena bikin kue sus dulu buat semua, tapi tetep di bully :’) Ratih yang kata-kata unyunya selalu menye-menye, levelnya terlalu menye sampe suka pada kesel hahaha. Kayaknya kurangmu cuma itu deh tih :’)

Ratih itu baik banget. Terlalu baik dan selalu siap nolong kapanpun dimanapun. Emang kamu pure heart tih kayaknya, kemas sejatiii (y). Maaf ya aku suka terlihat ga mendengarkan sepenuh hati kalau kamu cerita (aku ngerasa gitu). Maaf ya aku ga pernah ngasih apa-apa ke kamu. Padahal kamu temen curhatku :” selalu dengerin aku yang ceritanya sama terus, ga capek-capek.

Semoga segala kebaikanmu dibalas tiiiih. Kamu itu suka bikin orang bahagia dengan berbagai cara, dengan kata-katamu yang sweet,  berbagai prakarya bikinanmu, makanan bikinanmu, atau dengan ngebiarin anak-anak seneng ngebully kamu hahaha. Jadi, semoga Ratih juga bahagia selalu! Sehat selalu! Tercapai cita-citanya!

Betah-betah ya tiiih di jatinangor 🙂
Selamat berusia 20!

“Indeed what is to come will be better for you than what has gone by.”
(The Holy Quran 93:4)

Two is better than one

“Which one you choose, someone familiar or someone who make your heart flutter?”

Well, I do mention ‘someone’. We’re actually talking about… someone-in-the-future.

Let’s see
1. Someone familiar
2. Someone who make my heart flutter

Why do we have to choose between two? If there’s one person who meet both of the characteristics, why do we have to choose?

Nah. Haha. Masalahnya adalah, saya memikirkan galau lagi gara-gara lihat pertanyaan ini! Sebenarnya ada saat ini orang yang memenuhi kedua kriteria tersebut. Tapi bukan dalam konteks orang tersebut melakukan pendekatan seperti orang pacaran atau gimana gitu sih. Biasa aja, kita temenan makanya familiar. Tapi hal-hal biasa aja saya udah deg-degan dan selalu senang. Tapi saya ga sanggup untuk mengakui kalau ini sesuatu, aneh yaa. Yah saya udah cerita kan di post sebelumnya :’)

Jadi saya bukan dalam keraguan untuk memilih, karena saya emang ga dalam kondisi itu. Cuma waktu baca pertanyaan ini ada aja sosok yang terlintas.. begitu. (Bahkan) ada dua sosok.

Bukan-bukan, maksud judulnya bukan 2 sosok lebih baik daripada satu ya, jangan salah interpretasi haha. Maksudnya ya tadi itu, kalau ada yang memenuhi keduanya kenapa harus pilih salah satu? :’) begitu.

Siapakah seseorang lagi? Adalah pokoknya cukup familiar dan baru akhir-akhir ini entah kenapa saya jadi agak-awkward-pengen-jaga jarak kalau terlalu dekat.

Aaaah tidak rasa yang tidak pantas di waktu yang tidak tepat cepatlah pergi! Saya masih 19 tahun, maunya unyu-unyu sama orang yang tepat ajaaa.

Lau galau pergilah, datang lagi lain kali. Haha

2013, 2014, 1 team 1 family & divisi galau

Haha ok judulnya amat tidak non sense.
Jadi begini, saya sekarang di fk mengikuti sebuah organisasi dengan jargon 1 team 1 family, dan hari-hari saya dipenuhi oleh berbagai kegiatan, bahkan dari senin sampai minggu. Alhamdulillah setelah satu tahun saya diangkat jadi pengurus, dan masuklah saya ke sebuah divisi yang (konon) paling gaĺau.

HAHA cocok bro. Iya saya emang galau, mohon maap.
Semua yg mengikuti blog ini pasti tahu bahwa saya dulu sempat mengalami kisah-kasih di sekolah (duh maluuu). Kalau kata Chrisye kan masa-masa paling indah… gak juga sih.

Tapi masa yang ababil itu sudah berakhir bro, dan waktu itu memang saya galau. Lalu, lalu setelah berpisah dengannya, mata hati saya jadi terbuka. Menurut saya kedekatan laki-laki dan perempuan itu saaaangat amat menjurus ke hal-hal yang menuai dosa.

Aaahh entahlah idealisme ini dapat bertahan sampai kapan. Karena jujur saya penggemar hal-hal yang unyu, dan saya suka sama yang unyu-unyu (aduh apa sih) hahaha sabar aja yah bacanya.

Intinya. Sampai sekarang saya masih bingung, dan sementara ini berusaha saja bersikap netral terhadap lawan jenis. Tapi ada beberapa waktu yang sulit… ah sudahlah. Saya masih bingung, diem aja deh. Tahaaan, tahan, Si 🙂

Galau yak. Mohon maap bapak & ibuk.

This is so true

image

Source : 9gag.com

I can relate to this. It happened everytime I got period or stress (or now).

keluh kesah

Assalamualaikum wr wb
I should’nt do this, writing on my blog instead of doing my task. Sleeping instead of doing that.

why!!!!!!

Hohohoo hai readers *geez, like there’s any*
Itu di atas post yang saya buat sudah lama sekali dan jadi draft. Dan sekarang saya kembali ke wordpress dengan perasaan yang sama…. haha
I really hate myself my lifestyle my laziness and my egoistic mind.
I even missed my prayers just doing nothing. Haaah i miss my home and my leisure time without any worries. I abandoned my homework, my module, and my organization thingy, I always run away. But that mountain of never-done-task keep coming and coming to my head. They are calling to be done but I don’t want to do that oh please somebody helllllllp. I want to study but I can’t focus on a single thing. The month is February and this condition will continue ’til May. I can’t do this. I need someone to help. I need somebody to listen to me and understand. I’m the worst.

Talking about hope

“I supposed that you all in this room know nearly one in the million people today in US living with Parkinson’s. But it’s hard to appreciate what living with Parkinson’s actually means until that one in the million turns out to be someone you love. For me it’s my father.”

Willie Geist
Co-anchor of NBC News’ “Today” and Co-host of MSNBC’s “Morning Joe.”

He talks about his dad, Bill Geist, the “CBS Sunday Morning” correspondent. For me that one in the million turns out to be my aunt. She has been struggling for seven years, until now.
What is Parkinson’s Disease actually? What is the cause(s)? What is the cure? And who wants to know the cure more than the patient?

Tagged ,